Banyak orang penasaran kenapa KPR syariah dianggap mahal, bahkan ada yang mengurungkan niat pindah dari KPR bank karena melihat nominal cicilan awalnya lebih besar. Tapi sebelum menyimpulkan begitu saja, penting untuk paham dulu bahwa KPR syariah itu sebenarnya ada dua jenis yang seringkali tertukar, dan perbedaannya cukup signifikan buat kantong kamu. Artikel ini akan bahas fakta sebenarnya, termasuk kabar baik buat kamu yang mempertimbangkan skema tanpa bank.
Dua Jenis KPR Syariah yang Sering Tertukar
Istilah KPR syariah sebenarnya mencakup dua skema yang berbeda jauh. Pertama, KPR Bank Syariah, yang melibatkan tiga pihak yaitu pembeli, developer, dan bank syariah sebagai perantara pembiayaan. Kedua, KPR Syariah Tanpa Bank, yang cuma melibatkan dua pihak yaitu pembeli dan developer secara langsung, tanpa lembaga keuangan sama sekali. Meskipun sama-sama berlabel syariah, mekanisme dan struktur biayanya jauh berbeda, jadi penting untuk tahu kamu sedang membicarakan yang mana sebelum menyimpulkan kenapa KPR syariah dianggap mahal.
Kenapa KPR Bank Syariah Sering Terlihat Lebih Mahal
Pada KPR Bank Syariah, margin keuntungan ditetapkan sejak awal akad untuk seluruh masa tenor, sehingga nilai angsuran langsung tinggi dari bulan pertama dan tetap sampai lunas. Bandingkan dengan KPR bank konvensional yang biasanya menawarkan bunga flat rendah di dua sampai tiga tahun pertama, baru berubah jadi bunga mengambang yang bisa naik mengikuti suku bunga Bank Indonesia. Karena perbandingannya dilakukan di masa-masa awal saja, KPR Bank Syariah jadi terlihat lebih mahal, padahal dalam jangka panjang belum tentu demikian kalau suku bunga bank konvensional terus naik.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang dikeluarkan OJK, margin KPR Bank Syariah berada pada kisaran 11 persen. Angka ini muncul karena ada tiga pihak yang terlibat, dan bank sebagai perantara juga mengambil keuntungan dari transaksi tersebut.
Kabar Baik: KPR Syariah Tanpa Bank Justru Bisa Lebih Hemat
Ini bagian yang penting dipahami kalau kamu sedang mempertimbangkan rumah syariah dari developer langsung. Karena KPR Syariah Tanpa Bank cuma melibatkan dua pihak, tanpa perantara lembaga keuangan, harga jual rumah dan cicilan bulanannya justru berpotensi lebih rendah dibanding KPR Bank Syariah. Tidak ada margin tambahan dari bank sebagai pihak ketiga, sehingga struktur harganya lebih sederhana dan lebih transparan sejak awal.
Meski begitu, karena developer juga merangkap fungsi sebagai penyedia pembiayaan, penting untuk memastikan kamu memilih developer yang benar-benar kredibel dan transparan soal legalitas serta akadnya, bukan asal tergiur label syariah tanpa verifikasi lebih lanjut.
Dasar Syariah di Balik Transparansi Margin
Prinsip transparansi dalam jual beli, termasuk penetapan margin di awal akad, berlandaskan pada larangan riba dan anjuran jual beli yang jelas dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 275.
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Artinya: “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275, penggalan ayat)
Karena margin ditetapkan dan disepakati sejak awal akad, bukan berubah-ubah mengikuti kondisi pasar seperti bunga, transaksi ini masuk kategori jual beli yang jelas dan halal, bukan riba yang mengandung ketidakpastian.
Bagaimana Skema Ini Diterapkan di Islamic Green Village
Di Islamic Green Village, seluruh transaksi memakai skema KPR Syariah Tanpa Bank, jadi kamu berurusan langsung dengan developer tanpa perantara bank, dengan margin yang transparan dan disepakati sejak awal. Kalau kamu ingin lihat detail simulasi harga tipe unit yang tersedia, atau ingin tanya lebih lanjut soal skema pembayarannya, kamu bisa langsung hubungi tim kami untuk konsultasi.

Kesimpulan
Kenapa KPR syariah dianggap mahal itu jawabannya tergantung skema mana yang kamu bandingkan. Kalau yang dimaksud KPR Bank Syariah, memang wajar terlihat lebih mahal di awal karena melibatkan tiga pihak dan margin ditetapkan untuk seluruh tenor sejak awal. Tapi kalau skemanya KPR Syariah Tanpa Bank seperti yang diterapkan Islamic Green Village, justru berpotensi lebih hemat karena tidak ada perantara bank yang mengambil keuntungan tambahan. Jadi jangan buru-buru menyimpulkan sebelum tahu skema mana yang sedang kamu bandingkan.
Hubungi kami via WhatsApp: Klik di sini untuk konsultasi langsung